Selasa, 16 April 2013

Tugas 2 softskill Bhs Inggris Bisnis


TOEFL EXERCISE ( Skill 1-3 ) : Choose the letter of the underlined word or group of words that is not correct.

1.   Nobody (A) know when the (B) process of glass-making (C) was (D) inveted.

The answer  A (know) is wrong.
because the subject "nobody" is singular, so the word should know added with s. So became nobody knows when the process of glass-making was inveted. 
TOEFL EXERCISE ( Skill 1-3 ) : Choose the letter of the underlined word or group of words that is not correct.

2.   The languages of the world (A) presents a vast (B) array of structural (C) similarities and (D) differences.

     The answer (A) presents is wrong, because the subject “the languages of the world” is plural. so we must omit of the -s from “presents”. And the correct sentence is The languages of the world present a vast array of structural similarities and difference.

3.    The rise of multinationals (A) have (B) resulted in a great deal of legal ambiguity  because multinationals (C) can (D) operate in so many juridictions.

The answer (A) have is wrong, because the subject “ The rise of multinationals” is singular,  then the correct answer is “has” not “have”
The correct sentence is The rise of multinationals has resulted in a great deal of legal ambiguity because multinationals can operate in so many juridictions. 

4.    All of the east-west interstate highways in the United States (A) has even (B) numbers, while north-south interstate highways (C) are (D) odd-numbered.

The answer (A) has is wrong, because the subject “all of the east-west interstate highways in the United States” is plural, and the correct answer is “have” not “has”
The correct sentence is All of the east-west interstate highways in the United States have even numbers, while north-south interstate highways are odd-numbered.

5.   (A) When a massive star in the large Magellanic Cloud (B) exploded in 1987, a        wave of neutrinos (C) were (D) detected on Earth.

The answer (C) were is wrong, because the subject “a wave of neutrinos” is singular, then we should use “was” not “were”
The correct sentence is When a massive star in the large Magellanic Cloud exploded in 1987, a wave of neutrinos was detected on Earth.

6.   Every open space in the (A) targeted area that (B) has grass and few bushes (C) are (D) occupied by the white-crowned sparrow.

The answer (C) are is wrong, because the subject is singular, so we must replace “are” with "is".
The correct sentence is Every open space in the targeted area that has grass and few bushes is occupied by the white-crowned sparrow.

7.   Krakataoa (A) is remembered as the volcano that (B) put so much ash into the air that sunsets around the world (C) was affected for two years (D) afterward.

The answer (B) put is wrong, because the subject is singular, so we must add -s to “put” become “puts”.
The correct sentence is Krakataoa is remembered as the volcano that puts so much ash into the air that sunsets around the world was affected for two years afterward.

8.   The term “Yankee” (A) was originally a nickname for people from New England, but now anyone from the United States (B) are (C) reffered (D) to as a Yankee.

The answer (B) are is wrong, because the subject “anyone from the United States” is singular, so we must replace “are” with “is”.
The correct sentence is the term “Yankee” was originally a nickname for people from New England, but now anyone from the United States is reffered to as a Yankee.

9.   A network of small arteries, mostly (A) sandwiched between the skin and the (B) underlying muscles, (C) supply (D) blood to the face and scalp.

The answer (C) supply is wrong, because the subject is singular, so we must add –s/-es to the “supply  become “supplies”.
The correct sentence is a network of small arteries, mostly sandwiched beetween the skin and the underlying muscles, supplies blood to the face and scalp”.

10.       Mesquite (A) is a (B) small tree in the Southwest (C) who can (D) withstand the severest drought.

The answer (C) who is wrong, because the subject is a thing not human, so we must replace “who” with “which” or “that”.
The correct sentence is mesquite is a small tree in Southwest which/that can withstand the severest drough

Senin, 25 Maret 2013

TUGAS Jawaban EXERCISE A , EXERCISE B dan TOEFL EXERCISE

TUGAS
Jawaban EXERCISE A , EXERCISE B dan TOEFL EXERCISE

Elieta Liestiani Suganda
29210255
3EB15

EXERCISE A

Underline the subjects once and the verb twice. Circle the prepositional phrases that come before the verb. Than indicate if the sentence are right (R) or wrong (W).

W  2. Each day practiced the piano for hours

The verb is already exist, but there is not subject in that statement, so you just need to add the subject to make it the sentence correct.

Correct sentence :

I practiced the piano for hours each day


EXERCISE B

Underline the subjects once and the verb twice. Circle the prepositional phrases that come before the verb. Than indicate if the sentence are right (R) or wrong (W).

W  5. Pleasently greets everyone in all the offices every morning

There is not subject in the sentence, so i need put the subject before the verb to make it clear.

Correct sentence :

I pleasently greets everyone in all the offices every morning

Note :
Subject
Verb
Prepositional phrases


TOEFL EXERCISE

5.  Between 1725 and 1750, New England witnessed an increase in the specialization of              
A. occupations
B. they occupied
C. occupies
D. it occupied them

Answer A is correct, the sentence need a noun after preposition. Answer B is not correct because does not require additional subject. Answer C is not correct because after preposition can not intransitive verb. Answer D is not correct, same with answer B.

Rabu, 02 Januari 2013

Bagaimana Membuat Ringkasan Yang Baik


Nama           : Elieta Liestiani Suganda
NPM            : 29210255
Kelas           : 3EB15

Bahasa Indonesia 2# : Bagaimana Membuat Ringkasan Yang Baik

Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya (Djuharni, 2001). Rangkuman dapat pula diartikan sebagai hasil merangkai atau menyatukan pokok-pokok pembicaraan atau tulisan yang terpencar dalam bentuk pokok-pokoknya saja. Rangkuman sering disebut juga ringkasan, yaitu bentuk ringkas dari suatu uraian atau pembicaraan Pada tulisan jenis rangkuman, urutan isi bagian demi bagian, dan sudut pandang (pendapat) pengarang tetap diperhatikan dan dipertahankan.

Berikut ini beberapa pegangan yang dipergunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur.

1.    Membaca Naskah Asli 

Bacalah naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali agar Anda mengetahui kesan umum tentang karangan tersebut secara menyeluruh. Penulis ringkasan juga perlu mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli. Untuk mencapainya, judul dan daftar isi tulisan (kalau ada) dapat dijadikan pegangan karena perincian daftar isi memunyai pertalian dengan judul dan alinea-alinea dalam tulisan menunjang pokok-pokok yang tercantum dalam daftar isi.

2.    Mencatat Gagasan Utama 

Jika Anda sudah menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandangan pengarang asli, silakan memperdalam dan mengonkritkan semua hal itu. Bacalah kembali karangan itu bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea itu. Pokok-pokok yang telah dicatat dipakai untuk menyusun sebuah ringkasan. Langkah kedua ini juga menggunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan. Yang menjadi sasaran pencatatan adalah judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea, kalau perlu gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensial untuk memperjelas gagasan utama tadi juga dicatat. 

3.    Mengadakan Reproduksi 

Pakailah kesan umum dan hasil pencatatan untuk membuat ringkasan. Urutan isi disesuaikan dengan naskah asli, tapi kalimat-kalimat dalam ringkasan yang dibuat adalah kalimat-kalimat baru yang sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya. Bila gagasan yang telah dicatat ada yang masih kabur, silakan melihat kembali teks aslinya, tapi jangan melihat teks asli lagi untuk hal lainnya agar Anda tidak tergoda untuk menggunakan kalimat dari penulis asli. Karena kalimat penulis asli hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupakan kaidah, kesimpulan, atau perumusan yang padat.

4.    Ketentuan Tambahan 

Setelah melakukan langkah ketiga, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik.
  1. Susunlah ringkasan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.
  2. Ringkaskanlah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Jika rangkaian gagasan panjang, gantilah dengan suatu gagasan sentral saja.
  3. Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb. dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting.
  4. Jika memungkinkan, buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.
  5. Anda harus mempertahankan susunan gagasan dan urutan naskah. Tapi yang sudah dicatat dari karangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan Anda. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran Anda sendiri yang dimasukkan dalam ringkasan.
  6. Agar dapat membedakan ringkasan sebuah tulisan biasa (bahasa tak langsung) dan sebuah pidato/ceramah (bahasa langsung) yang menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandangan orang ketiga.
  7. Dalam sebuah ringkasan ditentukan pula panjangnya. Karena itu, Anda harus melakukan seperti apa yang diminta. Bila diminta membuat ringkasan menjadi seperseratus dari karangan asli, maka haruslah membuat demikian. Untuk memastikan apakah ringkasan yang dibuat sudah seperti yang diminta, silakan hitung jumlah seluruh kata dalam karangan itu dan bagilah dengan seratus. Hasil pembagian itulah merupakan panjang karangan yang harus ditulisnya. Perhitungan ini tidak dimaksudkan agar Anda menghitung secara tepat jumlah riil kata yang ada. Tapi perkiraan yang dianggap mendekati kenyataan. Jika Anda harus meringkaskan suatu buku yang tebalnya 250 halaman menjadi sepersepuluhnya, perhitungan yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
1.    Panjang karangan asli (berupa kata) adalah: Jumlah halaman x Jumlah baris per halaman x Jumlah kata per baris = 250 x 35 X 9 kata = 78.750 kata.
2.    Panjang ringkasan berupa jumlah kata adalah: 78.750 : 10 = 7.875 kata. Panjang ringkasan berupa jumlah halaman ketikan adalah: jika kertas yang dipergunakan berukuran kuarto, jarak antar baris dua spasi, tiap baris rata-rata sembilan kata, pada halaman kertas kuarto dapat diketik 25 baris dengan jarak dua spasi, maka: Jumlah kata per halaman adalah: 25x 9 kata = 225. Jumlah halaman yang diperlukan adalah: 7.875:225 = 35 halaman.

Sumber :
http://pelitaku.sabda.org/cara_membuat_ringkasan
http://tentangndha.blogspot.com/2011/04/pengertian-rangkuman-ringkasan.html



Sabtu, 15 Desember 2012

PERBEDAAN KONSEPTUAL DAN KONTEKSTUAL


Bahasa Indonesia 2 (softskill)
NAMA : ELIETA LIESTIANI SUGANDA
NPM : 29210255
KELAS : 3EB15

KONTEKSTUAL

Konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna. Menurut Susilo yang dimaksud dengan konteks adalah segenap informasi yang berada disekitar pemakaian bahasa, bahkan termasuk juga pemakaian bahasa yang ada disekitarnya (Preston, 1984:12).

Sarwiji (2008:71) memaparkan bahwa makna kontekstual (contextual meaning; situational meaning) muncul sebagai akibat hubungan antara ujaran dan situasi pada waktu ujaran dipakai. Beliau juga berpendapat bahwa makna kontekstual adalah makna kata yang sesuai dengan konteksnya (2008:72). Dalam buku linguistik umum Chaer mengungkapkan bahwa makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam konteks.  Makna konteks juga dapat berkenaan dengan situasinya yakni tempat, waktu, lingkungan, penggunaan leksem tersebut (1994:290).

Makna kontekstual dapat diartikan sebagai makna kata atau leksem yang berada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situasi, tempat, waktu, lingkungan penggunaan kata tersebut. Artinya, munculnya makna kontekstual bisa disebabkan oleh situasi, tempat, waktu, dan lingkungan. Misalnya, penggunaan makna kontekstual adalah terdapat pada kalimat berikut.

a.       Kaki adik terluka karena menginjak pecahan kaca.
b.      Nenek mencari kayu bakar di kaki gunung.
c.       Pensilku terjepit di kaki meja.
d.      Jempol kakinya bernanah karena luka infeksi.

Penggunaan kata kaki pada kalimat diatas, bila ditilik pada konteks kalimatnya memiliki makna yang berbeda. Pada kalimat (a), kata kaki berarti ‘alat gerak bagian bawah pada tubuh makhluk hidup’. Sedangkan pada kalimat (b), kata kaki disana memiliki arti ‘bagian bawah dari sebuah tempat’. Untuk kalimat (c), kata kaki merupakan ‘bagian bawah dari sebuah benda’. Berbeda dengan kalimat (d), kata kaki disana memiliki makna ‘bagian dari alat gerak bagian bawah makhluk hidup’. Kata kaki pada hakikatnya, mengandung maksud bagian terbawah dari sebuah objek. Tetapi, dalam penggunaa kata tersebut juga harus disesuaikan dengan konteks, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengartian kata kaki.

KONSEPTUAL

Konsep adalah rancangan; ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret; gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain. Konseptual diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan konsep. Chaer juga menuliskan dalam bukunya makna konseptual yaitu makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun (1994: 293).

Sarwiji (2008:73) juga menggambarkan bahwa makna konseptual bisa disebut makna denotatif, yaitu makna kata yang masih merujuk pada acuan dasarnya sesuai dengan konvensi bersama. Makna denotatif sendiri merupakan makna yang lugas, dasar dan apa adanya. Chaer mengartikan makna denotatif adalah makna asli, makna asal, atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. Makna denotatif mengacu makna asli atau makna sebenarnya dari sebuah kata atau leksem (1994: 292).

Jadi, makna denotatif adalah makna yang terkandung dalam sebuah kata atau leksem yang diartikan secara lugas, polos, asli, apa adanya, sebenarnya dan masih mengacu pada satu sumber atau konvensi bersama. Dengan begitu makna denotatif merupakan makna dasar. Lawan makna denotatif adalah makna konotatif, yang lebih mengandung nilai rasa emotif dalam penggunaannya.

Contoh makna denotatif sebenarnya sama dengan makna konseptual tadi. Namun, untuk lebih jelasnya yang termasuk contoh makna denotatif adalah ‘bunga’ diartikan sebagai ‘bagian tumbuhan yang digunakan sebagai alat reproduksi atau berkembang biak’.

SUMBER :