Sabtu, 15 Desember 2012

PERBEDAAN KONSEPTUAL DAN KONTEKSTUAL


Bahasa Indonesia 2 (softskill)
NAMA : ELIETA LIESTIANI SUGANDA
NPM : 29210255
KELAS : 3EB15

KONTEKSTUAL

Konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna. Menurut Susilo yang dimaksud dengan konteks adalah segenap informasi yang berada disekitar pemakaian bahasa, bahkan termasuk juga pemakaian bahasa yang ada disekitarnya (Preston, 1984:12).

Sarwiji (2008:71) memaparkan bahwa makna kontekstual (contextual meaning; situational meaning) muncul sebagai akibat hubungan antara ujaran dan situasi pada waktu ujaran dipakai. Beliau juga berpendapat bahwa makna kontekstual adalah makna kata yang sesuai dengan konteksnya (2008:72). Dalam buku linguistik umum Chaer mengungkapkan bahwa makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam konteks.  Makna konteks juga dapat berkenaan dengan situasinya yakni tempat, waktu, lingkungan, penggunaan leksem tersebut (1994:290).

Makna kontekstual dapat diartikan sebagai makna kata atau leksem yang berada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situasi, tempat, waktu, lingkungan penggunaan kata tersebut. Artinya, munculnya makna kontekstual bisa disebabkan oleh situasi, tempat, waktu, dan lingkungan. Misalnya, penggunaan makna kontekstual adalah terdapat pada kalimat berikut.

a.       Kaki adik terluka karena menginjak pecahan kaca.
b.      Nenek mencari kayu bakar di kaki gunung.
c.       Pensilku terjepit di kaki meja.
d.      Jempol kakinya bernanah karena luka infeksi.

Penggunaan kata kaki pada kalimat diatas, bila ditilik pada konteks kalimatnya memiliki makna yang berbeda. Pada kalimat (a), kata kaki berarti ‘alat gerak bagian bawah pada tubuh makhluk hidup’. Sedangkan pada kalimat (b), kata kaki disana memiliki arti ‘bagian bawah dari sebuah tempat’. Untuk kalimat (c), kata kaki merupakan ‘bagian bawah dari sebuah benda’. Berbeda dengan kalimat (d), kata kaki disana memiliki makna ‘bagian dari alat gerak bagian bawah makhluk hidup’. Kata kaki pada hakikatnya, mengandung maksud bagian terbawah dari sebuah objek. Tetapi, dalam penggunaa kata tersebut juga harus disesuaikan dengan konteks, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengartian kata kaki.

KONSEPTUAL

Konsep adalah rancangan; ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret; gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain. Konseptual diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan konsep. Chaer juga menuliskan dalam bukunya makna konseptual yaitu makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun (1994: 293).

Sarwiji (2008:73) juga menggambarkan bahwa makna konseptual bisa disebut makna denotatif, yaitu makna kata yang masih merujuk pada acuan dasarnya sesuai dengan konvensi bersama. Makna denotatif sendiri merupakan makna yang lugas, dasar dan apa adanya. Chaer mengartikan makna denotatif adalah makna asli, makna asal, atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. Makna denotatif mengacu makna asli atau makna sebenarnya dari sebuah kata atau leksem (1994: 292).

Jadi, makna denotatif adalah makna yang terkandung dalam sebuah kata atau leksem yang diartikan secara lugas, polos, asli, apa adanya, sebenarnya dan masih mengacu pada satu sumber atau konvensi bersama. Dengan begitu makna denotatif merupakan makna dasar. Lawan makna denotatif adalah makna konotatif, yang lebih mengandung nilai rasa emotif dalam penggunaannya.

Contoh makna denotatif sebenarnya sama dengan makna konseptual tadi. Namun, untuk lebih jelasnya yang termasuk contoh makna denotatif adalah ‘bunga’ diartikan sebagai ‘bagian tumbuhan yang digunakan sebagai alat reproduksi atau berkembang biak’.

SUMBER :

Minggu, 11 November 2012

SISTEMATIKA MENULIS ILMIAH TETAPI RINGAN


Bahasa Indonesia 2 (softskill)
Nama: Elieta liestiani Suganda
NPM : 29210255
Kelas : 3EB15

Penulisan ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Penulisan ilmiah juga merupakan uraian atau laporan tentang kegiatan, temuan atau informasi yang berasal dari data primer dan / atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan dan sasaran tertentu.

Tujuan Penulisan Ilmiah adalah memberikan pemahaman agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.

Suatu penulisan dikatakan ilmiah, karena penulisan tersebut adalah sistematik, generalisasi, eksplanasi, maupun terkontrol.
·          
  •       Penulisan ilmiah adalah sistematik, karena harus mengikuti prosedur dan langkah tertentu seperti : mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah dengan teori tertentu, merumuskan kerangka teoritis / konsepsional, merumuskan hipotesis, menyusun rancangan studi, menentukan pengukurannya, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat kesimpulan.
  • ·         Penulisan ilmiah adalah generalisasi, karena dapat dirumuskan atau diambil suatu kesimpulan umum.
  • ·         Penulisan ilmiah adalah eksplanasi, karena menjelaskan suatu keadaan atau fenomena tertentu.
  • ·         Penulisan ilmiah terkontrol, karena pada setiap langkahnya terencana dengan baik, mempunyai standar tertentu, dan kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis data. Penulisan ilmiah berupaya mengungkapkan secara jelas dan tepat mengenai masalah yang dikaji, kerangka pemikiran untuk mendekati pemecahan masalah, serta pembahasan hasil maupun implikasinya. Karena itu, penulisan ilmiah harus disusun secara logis dan terperinci berupa uraian toeritis maupun uraian empirik.
Sistematika penulisan ilmiah :
1.    Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah dapat diambil dari contoh kasus-kasus yang terjadi sehingga kita bisa melakukan penelitian. Latar belakang merupakan hal utama dalam penulisan ilmiah. Namun tidak semua masalah dapat dijadikan sebagai latar belakang masalah.

2.    Tujuan
Tujuan dalam karya ilmiah harus jelas agar penelitian yang kita lakukan tepat pada sasarannya. Tujuan dalam karya ilmiah dapat dituliskan dengan bentuk poin-poin atau tulisanessay biasa.
Dalam penulisan ilmiah, tujuan menjelaskan maksud kita dalam mengangkat masalah yang kita teliti dan juga tujuan ini dapat berisi tentang apa yang ingin kita sampaikan dalam hal tanggapan kita tentang masalah yang kita angkat dengan tujuan yang kita inginkan dalam penulisan karya ilmiah tersebut.

3.    Manfaat
Manfaat dalam penulisan ilmiah dapat bersifat keilmuan atau juga kepraktisan dalam membahas suatu masalah. Dalam penulisan karya ilmiah, manfaat biasanya dapat dituliskan sebagai hal yang bisa menarik perhatian pembaca.

4.    Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka dilakukan jika masalah yang kita teliti sudah pernah dilakukan oleh orang lain. Jika demikian, kita perlu membahas penelitian yang kita lakukan dan mengemukakan perbedaan dari penelitian yang sudah sebelumnya dilakukan. Dengan pembahasan perbedaan yang harus kita bahas kembali, tentunya kita harus memiliki fakta-fakta baru tang dapat membukyikan kebenaran dari penelitian yang kita lakukan.
Pembahasan ini dapat kita sebut dengan diskusi yang menerangkan tentang perbedaan dari pembahasan dari penelitian orang lain. Fakta-fakta yang kita peroleh tentunya harus menjadi sebuah bukti nyata bukan hanya sekedar pendapat semata.

5.    Landasan teori
Teori ini dapat  kita gunakan dalam pengumpulan fakta-fakta yang dibutuhkan dalam penelitian. Penggunaan teori ini tentunya harus relevan dan sesuai dengan bidang studi yang kita kuasai. Landasan teori ini dapat kita gunakan sebagai pengembangan dari penulisan ilmiah yang kita buat, sehingga bahasan yang kita bahas dalam penulisan karya ilmiah menjadi terpusat pada landasan teori.

6.    Hipotesis
Hipotesis berguna sebagai sudut pandang dalam melakukan penelitian. Hipotesis berisi tentang dugaan atau prediksi dari apa yang kita fikirkan mengenai masalah yang akan kita bahas.

7.    Teknik Analisis
Teknik analisis harus dijelaskan dalam cara menganalisis data yang ada. Teknik analisis dapat kita ambil sesuai dengan objek penelitian yang kita lakukan. Teknik analisis dapat kita ketahui dengan melihat bagaimana cara kita mengumpulkan data-data dalam karya ilmiah yang kita buat.

8.    Sistematika Pelaporan
Sistematika pelaporan dilakukan dengan cara menuliskan secara terperinci dalam setiap bab-bab yang dibahas dalam penulisan ilmiah.

9.    Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan hal yang penting dalam pencantuman bahasan-bahasan pada setiap halaman dari penulisan ilmiah.

10. Presentasi Penelitian
Presentasi merupakan tahapan terakhir dalam pembuatan karya ilmiah.

Sumber :



EUFORIA MASYARAKAT JAKARTA MENYAMBUT GUBERNUR BARU


Bahasa Indonesia 2 (softskill)
Nama : Elieta Liestiani Suganda
NPM : 29210255
Kelas : 3EB15

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai penampilan diatraksikan warga Jakarta dalam menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur baru DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Warga yang memadati Jalan Kebon sirih datang dengan keunikannya masing-masing. Ada yang menggunakan baju kotak-kotak, baju batik, baju merah, serta atribut-atribut lain yang bertuliskan ucapan selamat dan dukungan kepada gubernur dan wakil gubernur baru. Euforia kebahagiaan warga Jakarta mengalahkan panasnya cuaca di sekitar gedung DPRD DKI Jakarta pagi ini.

Selain itu, beberapa warga dari Masyarakat Pencinta Delman berkonvoi dengan menggunakan 12 delman di Jalan Kebon Sirih. Mereka memasang spanduk ucapan selamat atas terpilihnya Jokowi-Basuki sebagai pemimpin warga Jakarta.

Dalam kesempatan itu, mereka juga menuntut agar delman di lestarikan, khususnya yang beroperasi di Monumen Nasional (MONAS).

"Lestarikan Budaya Delman di Monas," demikian tulisan pada spanduk mereka.

Pantauan Kompas.com, walaupun tidak ada layar lebar untuk memantau jalannya proses pelantikan di ruang paripurna gedung DPRD DKI Jakarta, jumlah massa semakin bertambah. Mereka mendengarkan orasi-orasi yang berisi dukungan dan harapan agar Jokowi-Basuki dapat menjadi pemimpin yang melayani.

"Kita sudah tiba pada saat dimana muncul pemimpin pro rakyat,... Kami berharap bapak berdua tampil beda, melayani bukan malah memeras rakyat seperti para koruptor," teriak seorang orator yang berorasi depan Gedung DPRD Jakarta, siang ini.

Obama sama dengan Jokowi?

Obama,,, siapa yang tak mengenal sosok orang nomor satu di negara adidaya Amerika Serikat ini. Hampir semua orang di seluruh penjuru dunia mengenal sosok beliau, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Obama merupakan presiden berkulit hitam pertama yang memimpin Amerika. Nah, sekarang beralih ke Joko Widodo alias Jokowi. Sesosok manusia sederhana yang namanya melejit dan di kenal banyak orang setelah berhasil memimpin dan merubah Solo menjadi jauh lebih baik.

Jika kita mau sedikit menoleh ke belakang sebenarnya jika melihat sosok Jokowi terlintas juga sosok Obama itu sendiri. Keduannya merupakan sosok yang fenomenal. Bagaimana tidak? Kedua tokoh tersebut dalam menuju tangga untuk menjadi orang nomor satu yang memimpin masyarakat, mereka sama-sama menjanjikan perubahan. Bahkan masyarakat memprediksi bahwa kedua sosok tersebut akan membawa angin segar menuju perubahan yang lebih baik. Jika Jokowi menjanjikan untuk merubah Jakarta menjadi Jakarta Baru, begitupun dengan Obama yang menjajikan Change/perubahan bagi negaranya Amerika.

Jika kita mau sedikit menganalisa, sebenarnya kedua sosok tersebut memiliki beberapa persamaan yang banyak orang tak menyadarinya. Pertama, keduanya dalam faktanya sama-sama menjadi pemenang untuk menjadi pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat. Keduanya-pun dalam kemenanganya menggunakan media yang hampir sama, yakni melalui Media massa dan Sosial media. Kita tahu bagaimana media massa dan sosial media mempunyai pengaruh yang begitu besar terhadap kampanye mereka, baik pada saat Barack Obama mencalonkan menjadi presiden maupun Jokowi yang menjadi calon Gubernur Jakarta beberapa waktu lalu.

Pemakaian media sosial dan media massa untuk berkampanye, sama dengan mengiklankan diri mereka kepada masyarakat, dan berguna juga sebagai media untuk menciptakan pencitraan yang efektif. Begitulah yang dilakukan oleh keduanya. Selain itu, keduanya menampilkan sosok pemimpin yang sederhana dan gaya berpidatonya yang santai sehingga banyak orang yang tertarik kepadanya.

Persamaan lain ketika mereka masih berkampanye antara lain baik Obama maupun Jokowi dalam berkampanye juga mengikutsertakan para musisi Rock. Jika di Indonesia Jokowi menarik simpati para musisi khususnya rock dengan memperlihatkan koleksi kaset-kaset lagu rock yang di milikinya seperti Slank atau yang lain, maka tak jauh beda dengan Obama yang juga menyukai music rock, bahkan tak tanggung-tanggung, Obama pernah mengahadirkan langsung salah satu musisi rock untuk bernyanyi di gedung putih, dan Obama pun beserta sang istri tak malu untuk mengangguk-anggukan kepalanya yang menandakan bahwa Obama begitu menikmati music tersebut.

Setelah keduanya terpilih, beberapa kemiripan kembali terjadi, yakni bagaimana masyarakat begitu antusias, dan bersuka cita larut dalam euforia atas kemenangan keduanya. Masyarakat Jakarta beruforia saat menghadiri pelantikan Jokowi dan rela menunggu sambil memakai baju kotak-kotak secara berdesak-desakan di depan gedung DPRD DKI atau lebih tepatnya di depan panggung yang di hiasi dengan bendera merah putih yang telah disediakan dan setelah pelantikan selesai mereka bergemuruh menyambut Jokowi keluar dari gedung DPRD. 

Euphoria warga Jakarta ini hampir sama dengan euforia yang diperlihatkan warga Amerika saat menyambut kemenangan Obama. Beribu-ribu warga Amerika berkumpul dan menunggu untuk mendengar pidato Obama sesaat setelah resmi menjadi orang nomor satu di Amerika itu.

Kemiripan yang lain antar keduanya yakni mengenai lambaian tangan sebagai simbol kemenangan. Sehabis Jokowi dan pasangannya Ahok di lantik, mereka kemudian keluar untuk menyapa warga yang menaruh harapan besar kepada mereka untuk menata Jakarta. Di atas panggung yang berhiaskan bendera merah-putih tersebut Jokowi menyapa warganya dengan melambaikan tangan sambil mempertemukan kedua telapak tangannya yang di barengi dengan senyuman ke warganya, kemudian Jokowi melepas topi yang dilanjutkan dengan membungkuk sebagai rasa hormat kepada pendukungnya. Dan ini dilakukan secara bekali-kali. Dan setelah itu, Jokowi-Ahok berpidato singkat yang isinya ucapan terima kasih kepada semua pendukungnya dan keduanya meminta para warga Jakarta untuk ikut mengawal selama keduanya memimpin Jakarta.

Lambaian Jokowi ini sama dengan lambaian Barack Obama setelah resmi terpilih menjadi presiden Amerika. Dan ekpresi senyum Jokowi juga mirip dengan Obama. Namun, jika Jokowi menyapa warganya dengan melambaikan tangan sambil mempertemukan kedua telapak tangannya sebagai simbol terima kasih, Obama meletakkan telapak tanganya di dada sebagai simbol terima kasih juga.

Terlepas dari semua itu, Barack Obama yang sudah hampir selesai masa kepimpinanya memimpin Amerika walaupun sekarang mencalonkan kembali sebagai presiden Amerika, namun selama periode kepimpinannya Obama masih di nilai gagal meningkatkan ekonomi warganya karena masih banyak di temui remaja produktif yang menganggur, namun untuk hal seperti itu semoga saja Jokowi bisa lebih baik dari Obama.

Sumber :